Krisis Kemampuan Kerja pada Siswa Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan
Dunia pendidikan
menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan lulusan untuk menghadapi tuntutan
dunia kerja yang terus berkembang. Tidak hanya kemampuan teknis yang harus
dikuasai, tetapi juga keterampilan soft skills menjadi faktor penting yang
semakin dicari oleh para perusahaan. Seiring berjalannya era globalisasi saat
ini, dunia pekerjaan kini membutuhkan individu yang mampu berpikir kritis,
inovatif, serta memiliki kemampuan interpersonal yang baik. Sayangnya, banyak
lulusan anak sekolah menengah atas maupun kejuruan (SMA/SMK) di Indonesia yang
masih kurang siap dalam menghadapi tantangan ini di dunia kerja. Berdasarkan
hasil Program for International Student Assessment (PISA), yakni tes tingkat internasional
untuk para siswa di berbagai negara, Indonesia menyandang 70% siswa memiliki
tingkat literasi di bawah standar minimum. Nisa Felicia, sebagai Direktur
Eksekutif Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), mengemukakan opininya
tentang hasil PISA tersebut, bahwa keinginan siswa dalam belajar sangat
dipengaruhi salah satunya oleh kemampuan (Gerald, 2023).
Robbins & Judge
menjelaskan secara komprehensif tentang kemampuan dalam buku karyanya yaitu
“Organizational Behavior”. Dalam buku tersebut kemampuan ditafsirkan sebagai
kapabilitas seseorang dalam melaksanakan berbagai tugas dan kewajibannya.
Kemampuan memiliki dua aspek, yaitu kemampuan intelektual dan fisik. Kemampuan
intelektual terdiri dari kemempuan berpikir, beranalogi, dan memecahkan masalah.
Kemampuan ini meliputi pemahaman angka, verbal, kecepatan perseptual, penalaran
induktif dan deduktif, visualisasi spasial, dan memori. Sedangkan kemampuan
fisik berhubungan dengan daya tahan, kelincahan, kekuatan, dan hal lainnya yang
berhubungan dengan fisik. Kemampuan ini meliputi kekuatan dinamis, statis,
eksplosif, fleksibilitas dinamis, keseimbangan, dan stamina (Robbins &
Judge, 2023). Sumber daya siswa harus diolah optimal dengan berbagai cara agar
memiliki kemampuan yang berkualitas, baik kemampuan intelektual maupun fisik.
Kemampuan ini akan menjadi investasi selama belajar sebelum siswa terjun ke
dunia kerja. Kemampuan siswa akan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kesiapan kerja yang dimilikinya, semakin tinggi kemampuan yang dimiliki siswa,
maka akan semakin tinggi pula kesiapan kerja yang dimilikinya (Manullang et
al., 2023).
Penulis : Indra Dwi
Rizqianto
Referensi :
Gerald, F. (2023). 70
Persen Anak Indonesia Memiliki Tingkat Literasi di Bawah Standar Minimum
Berdasarkan Tes PISA. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/lifestyle/read/5357299/70-persen-anak-indonesia-memiliki-tingkat-literasi-di-bawah-standar-minimum-berdasarkan-tes-pisa?page=2
Manullang, D. T., Sinaga, D., Tampubolon, S., & Sinaga, A. A. (2023). Pengaruh Soft Skill Siswa Terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Negeri 1 Sidikalang Tahun Ajaran 2022/2023. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(2), 6160–6174.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2023). Organizational Behavior, Edition Nineteenth. In Pearson Education Limited.
Akun Google