Diteksi Dini Kesiapan Kerja Siswa SMK sebagai Mitigasi Kebutuhan Tenaga Kerja Menengah
Tagline yang
digaungkan pada pendidikan SMK adalah Lulusan SMK Harus Siap Kerja. Menjadi
retorika, apakah sistem pembelajaran sudah mendukung untuk mewujudkan siswa lulusan
SMK siap bekerja? Lulusan SMK mempunyai tujuan bahwa lulusannya harus mampu
mengisi kebutuhan tenaga kerja menengah yang bekerja secara profesional berarti
ahli dibidangnya, berkompeten yaitu sesuai dengan ilmu dan didukung oleh
pengalaman dan softskill untuk bekerja dibidang yang relevan (Nugroho et al.,
2024). Dunia Usaha dan Dunia Industri menyebutkan masih terdapat gap antara
kebutuhan dan tenaga yang tersedia, sehingga tidak sedikit lulusan SMK yang
tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai bidangnya saat lulus.
Upaya yang dapat
dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri
sebagai arah pembelajaran dan keterampilan yang disiapkan sepanjang
pembelajaran di lingkungan sekolah. Hasil penelitian yang bertemakan kesiapan
kerja siswa SMK menunjukkan faktor internal dari diri siswa berpengaruh pada
pembentukan kesiapan kerja dimana ditemukan siswa-siswa seringkali kurang
peduli pelajaran karenanya kurangnya motivasi dan minat untuk peduli terhadap
masa depannya (Putri, 2024). Permasalahan ini menjadikan pentingnya dukungan
keluarga, sosial dan lingkungan untuk mendorong kepedulian siswa untuk
menyiapkan diri memasuki dunia kerja. Keterlibatan orangtua, harapan, dan
orientasi keluarga akan meningkatkan prospek siswa dalam mendapatkan pekerjaan.
Siswa yang memiliki prospek masa depan terhadap pekerjaan akan memiliki
kepercayaan diri, berorientasi karir, optimisme dan eksplorasi pekerjaan yang
tinggi.
Lulusan yang bekerja
tidak terbatas diterima pada suatu perusahaan atau kantor, namun kemampuan
mengembangkan diri membuka lapangan usaha juga penting dilakukan sebagai upaya
menekan angka pengangguran. Menciptakan lapangan kerja sendiri secara mandiri
membutuhkan kemampuan yang kuat untuk bertahan menghadapi dinamika (Singh &
Kumar, 2022). Wirausaha merupakan kegiatan usaha secara mandiri dimana pelaku
secara sadar bertanggung jawab atas semua sumber daya dan upaya yang digunakan.
Kemampuan untuk menjadi wirausaha muda yang sukses dibutuhkan kesiapan, minat,
motivasi dan niat berwirausaha. Kemampuan-kemampuan ini dapat diasah sejak dini
saat belajar di lingkungan sekolah dan didukung oleh keluarga, masyarakat,
kerabat dan teman sebaya (Decker-Lange et al., 2024).
Wirausaha dapat
menjadi pilihan bagi lulusan SMK untuk dapat menerapkan ilmu, keterampilan dan
kompetensi yang relevan sesuai dengan bidangnya. Kesiapan wirausaha membutuhkan
kemampuan keterampilan sendiri sesuai dengan kompetensinya, mampu
mengidentifikasi peluang keberhasilan dan kegagalan, membangun jaringan sosial serta
mampu mengambil peluang yang ada. Wirausaha identik dengan ketidakpastian
sehingga seseorang butuh kemampuan daya juang yang tidak mudah menyerah dan
mampu bangkit kembali saat mengalami kegagalan (resiliensi) (Tentama &
Kurniawati, 2024).
Kemampuan-kemampuan
di atas perlu dibiasakan dan dibentuk sejak dini untuk mempersiapkan diri diri
mampu beradaptasi dan berdaya saing saat lulus sekolah dan masuk dunia kerja.
Olehkarenanya membutuhkan upaya diteksi dini untuk dapat memetakan kemampuan
para siswa terkait dengan kesiapan kerja dan komitmen yang kuat untuk dapat
membentuk lulusan siswa yang terampil dan siap kerja. Memahami adanya
faktor-faktor yang mempengaruhi yang terdiri faktor internal dan eksternal
sebagai penentu dan pengarah yang memberikan dukungan yang besar terhadap
kesiapan kerja lulusan siswa SMK.
Referensi:
Nugroho, M. E. A.,
Mahmudah, F. N., Biddinika, M. K., & Baswedan, A. R. (2024). Peta Konsep
Kesiapan Kerja Siswa SMK. KUNKUN: Journal of Multidisciplinary Research, 1(1),
39-53.
Puteri, D. V. (2024).
Employability skill dan grit terhadap kesiapan kerja yang dimoderasi informasi
dunia kerja. Jurnal Kewirausahaan dan Inovasi, 3(1), 177-192. DOI:
http://dx.doi.org/10.21776/jki.2024.03.1.15.
Soputan, G. J.
(2017). Are vocational high school students ready to be entrepreneur? INVOTEC,
13(2). https://doi.org/10.17509/invotec.v13i2.8264
Singh, S., &
Kumar, M. (2022). Employability and entrepreneurial skills in the digital era:
A critical review. Academy of Marketing Studies Journal, 26(4).
Decker-Lange, C., Lange, K., & Walmsley, A. (2024). How does entrepreneurship education affect employability? Insights from UK higher education. International Journal of Entrepreneurial Behavior & Research, 30(5), 1249-1269.
Tentama, F., & Kurniawati, K. (2024). Entrepreneurial Readiness of Young Muslim Entrepreneurs: The Role of Need for Achievement, Family Support, and Entrepreneurial Interest. Islamic Guidance and Counseling Journal, 7(2). https://doi.org/10.25217/0020247473200
Akun Google